Posted on Februari 2, 2008 by atips
Jam 13.00 wib, saya dan anak saya yang paling kecil sengaja keluar rumah untuk membeli buah-buahan di Indomaret. Pada saat itu cuaca terasa panas dan menyengat, di tengah perjalanan tiba-tiba anak saya berkata:”Pah…panas banget, gimana klo kita pulang lagi ke rumah dan mengganti kendaraan dengan mobil”. “Ya udah, kita pulang lagi aja”, jawabku ringan.
Di dalam mobil yang ber AC, anak saya terlihat begitu nyantai sambil mendengarkan lagu-lagu Raihan kesukaannya. Pada saat itulah dia celoteh lagi:” Pah… enak ya kita masih di dunia”, sambil melirik ke arahku. “Apanya yang enak?” jawabku. ” Ya di dunia ini, kita kepanasan…bisa langsung ganti, simpan motor dan ganti mobil, enak kan pah, tapi gimana ya nanti di akhirat bila kita masuk neraka? belum lagi kata bu guru, panasnya api di dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka, sangat panas… nah kita lari kemana?”
Saya tertegun sebentar mendengar omongan anak berusia 8 tahun ini, lalu sambil tetap konsentrasi mengemudi, saya mulai menjawab:” de, nanti kita tidak bisa lari dari neraka…tetapi Allah telah memberi kesempatan kepada kita di dunia ini untuk berlari jauh meninggalkan keburukan menuju kebaikan. Itulah sebabnya, ade harus selalu baca quran, hormat pada orang tua, belajar dengan baik, shalat yang rajin, dan selalu berdoa kepada Allah hingga ade menjadi anak yang shaleh”. Sambil ngobrol, hati saya berkata lain bahwa celoteh anak ini mengingatkan saya akan perlunya muhasabah dan tafakur dalam menjalani kehidupan ini.
DIarsipkan di bawah: Hikmah | Leave a Comment »
Posted on Januari 30, 2008 by atips
Dalam obrolan ringan setelah shalat Isya berjamaah, anak saya yang sulung berkata:”Pah… kenapa pa Harto dihujat terus, kasian kan udah wafat? dicaci maki? dijelekan? dan sederetan pertanyaan yang konotasinya negatif. Emang pa Harto selama memimpin 32 tahun negara ini, tidak ada jasanya? tidak ada kebaikannya? tidak ada….dan tidak ada? teteh milhat di televisi, para pemimpin negara tetangga pada datang dan menghormatinya, lalu apa yang terjadi dengan bangsa kita ini?
Saya bingung harus menjawab dari mana dulu, eh…tiba-tiba saya ingat nasihat Imam Al-Ghazali, Teh.. kata saya:” Imam Al-ghazali, dalam kitabnya Al-Ihya ‘Ulumuddin, pernah berkata bahwa bila hati sesorang itu bersih, maka apa yang dia lihat selalu kebaikannya, kebenarannya, kelebihannya, keunggulannya, kepintarannya, dan sesuatu yang baik-baik saja. Dan sebaliknya, bila hati seseorang itu kotor maka yang dia lihat pasti keburukannya, kesalahannya, kelemahannya, kekurangannya, kebodohannya, dan sesuatu yang jelek-jelek saja”.
Teh…apapun yang terjadi dalam hidup ini, smua menjadi pelajaran buat kita. Belajarlah untuk memberikan komentar yang baik-baik, belajarlah untuk menghormati orang lain, belajarlah untuk bersikap bijak dalam bertindak dan hindari bersikap negatif terhadap orang lain. karena bagaimanapun itu adalah cerminan diri kita sendiri.
DIarsipkan di bawah: Hikmah | Leave a Comment »
Posted on Januari 28, 2008 by atips
DIarsipkan di bawah: video | Leave a Comment »
Posted on Januari 26, 2008 by atips
Bulan Muharam, dalam catatan sejarah Islam, dikenal sebagai hari raya anak yatim. Ketika saya mendatangi rumah seorang donatur dan ketika saya berbincang- bincang dengan sohibul bait, tiba-tiba terdengar suara “prak” sesuatu yang pecah di dalam sana.
Tidak lama kemudian muncul seorang anak berusia 8 tahunan sambil membawa tumpukan uang seribuan. Lalu dia berkata:”Pah…ade ingin memberikan uang tabungan ini untuk membantu anak yatim”. Saya tidak dapat menyembunyikan perasaan terkejut dan pada saat itu bapaknya berkata:”Terimalah uang ini sebagai titipan dari anak saya untuk anak yatim.
Anak itu telah mengajarkan saya tentang ibadah sosial, bukankah ibadah yang saya lakukan hanya berupa ibadah individual? sementara ibadah yang dilakukan anak itu merupakan ibadah sosial. Kita perlu melangkah dari Tauhidul ibadah menjadi Tauhidul sosial.
DIarsipkan di bawah: Hikmah | Leave a Comment »
Posted on Januari 8, 2008 by atips
1. Coba anda diskusikan, Kenapa Islam di turunkan di kota Mekah?
Jawabannya: a. Berdasarkan sosiologi
b. Berdasarkan Antropologi
c. Berdasarkan geografi
d. Berdasarkan Ekonomi
DIarsipkan di bawah: Tugas | Leave a Comment »
Posted on Januari 8, 2008 by atips
DIarsipkan di bawah: Nilai | Leave a Comment »
Posted on Desember 29, 2007 by atips
Saya cukup terperangah ketika mendengar do’a yang keluar dari mulut anak kelas 3 Sekolah Dasar (SD) beberapa saat sebelum anak itu memakan buah naga, anak itu berkata:” Ya Allah berikanlah kepadaku berkah dari buah ini, berikanlah berkah kepada yang menanam buah ini, berkah kepada yang memetiknya, berkah kepada yang menjualnya, berkah kepada yang membelinya, dan berkah kepada yang menghidangkannya…Amin”
Yang membuat saya terkejut, anak itu telah menyadarkan saya bagaimana seharusnya berdo’a. Do’a yang saya panjatkan masih doa individual…aku…untukku…bagiku… Sementara do’a anak itu adalah do’a sosial, do’a layaknya dikumandangkan seorang sufi.
DIarsipkan di bawah: Do'a | Leave a Comment »
Posted on Desember 28, 2007 by atips
Ya Allah, jasmaniku ini sakit… bagaimana mungkin aku bisa mendidik anak didikku untuk memiliki sehat jasmani, sementara aku sendiri sakit…
Ya Allah, mentalku ini sakit… bagaimana mungkin aku bisa mendidik anak didikku untuk memiliki mental yang baik, sementara mentalku sendiri sakit…
Oleh karena itu, Ya Rabbi… sehatkan jasmaniku, sehatkan mentalku dan beri kemampuan agar aku dapat melaksanakan amanat-Mu ini dengan sebaik mungkin sesuai dengan firman-Mu dan sunnah Rasul-Mu…Amien
DIarsipkan di bawah: Do'a | Leave a Comment »
Posted on Desember 28, 2007 by atips
Dalam acara sebuah perayaan aqiqah, seorang shahabt berkata:”Ya Rasulallah, ijinkan saya yang menyembelih hewannya, Rasulallah menyenjawab “Ya”. Shahabat lain berkata:”Ya Rasulallah, ijinkan saya yang mengulitinya, Jawab Rasulallah “Ya”. Shahabat lain berkata:”Ya Rasulallah, ijinkan saya yang mencingcangnya, lagi lagi Rasul mebjawab “Ya”. Seorang ibu berkata:”Ya Rasulallah, ijinkan saya yang memasaknya, “Ya” jawab Rasul. Shahabat lain berkata:” Ya Rasulallah, ijinkan saya yang membagikannya. Rasul menjawab “Ya”, kemudian Rasulallah saw berkata:”Kalian sudah memperoleh hak kalian berdasarkan kemampuan kalian, Nah sekarang ijinkan saya yang mengambil kayu bakarnya”.
Dari hadits ini, kita dapat mengambil pelajaran sebagai berikut:
1. Rasul ingin mengajarkan kepada kita bahwa berikan tugas berdasarkan kompetensi yang dimilikinya
2. Rasul ingin mengajarkan kepada kita bahwa kita harus menghindar dari like or dislike pada saat akan memberikan tugas dan jabatan kepada seseorang
3 . Dalam catatan sejarah, mencari kayu bakar di Jajirah Arab pada saat itu adalah hal yang paling sulit, dan itu dilakukan oleh Rasulallah. Ini berarti, Rasulallah ingin mengajarkan kepada kita bahwa tugas pemimpin adalah berat, dan seorang pemimpin tidak cukup hanya memerintah saja tetapi harus ikut rembuk dalam mengatasi berbagai persoalan.
DIarsipkan di bawah: Hikmah | Leave a Comment »
Posted on Desember 24, 2007 by atips
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori | 1 Komentar »