Dalam acara sebuah perayaan aqiqah, seorang shahabt berkata:”Ya Rasulallah, ijinkan saya yang menyembelih hewannya, Rasulallah menyenjawab “Ya”. Shahabat lain berkata:”Ya Rasulallah, ijinkan saya yang mengulitinya, Jawab Rasulallah “Ya”. Shahabat lain berkata:”Ya Rasulallah, ijinkan saya yang mencingcangnya, lagi lagi Rasul mebjawab “Ya”. Seorang ibu berkata:”Ya Rasulallah, ijinkan saya yang memasaknya, “Ya” jawab Rasul. Shahabat lain berkata:” Ya Rasulallah, ijinkan saya yang membagikannya. Rasul menjawab “Ya”, kemudian Rasulallah saw berkata:”Kalian sudah memperoleh hak kalian berdasarkan kemampuan kalian, Nah sekarang ijinkan saya yang mengambil kayu bakarnya”.
Dari hadits ini, kita dapat mengambil pelajaran sebagai berikut:
1. Rasul ingin mengajarkan kepada kita bahwa berikan tugas berdasarkan kompetensi yang dimilikinya
2. Rasul ingin mengajarkan kepada kita bahwa kita harus menghindar dari like or dislike pada saat akan memberikan tugas dan jabatan kepada seseorang
3 . Dalam catatan sejarah, mencari kayu bakar di Jajirah Arab pada saat itu adalah hal yang paling sulit, dan itu dilakukan oleh Rasulallah. Ini berarti, Rasulallah ingin mengajarkan kepada kita bahwa tugas pemimpin adalah berat, dan seorang pemimpin tidak cukup hanya memerintah saja tetapi harus ikut rembuk dalam mengatasi berbagai persoalan.
DIarsipkan di bawah: Hikmah