Celoteh anakku

Jam 13.00 wib, saya dan anak saya yang paling kecil sengaja keluar rumah untuk membeli buah-buahan di Indomaret. Pada saat itu cuaca terasa panas dan menyengat, di tengah perjalanan tiba-tiba anak saya berkata:”Pah…panas banget, gimana klo kita pulang lagi ke rumah dan mengganti kendaraan dengan mobil”. “Ya udah, kita pulang lagi aja”, jawabku ringan.

Di dalam mobil yang ber AC, anak saya terlihat begitu nyantai sambil mendengarkan lagu-lagu Raihan kesukaannya. Pada saat itulah dia celoteh lagi:” Pah… enak ya kita masih di dunia”, sambil melirik ke arahku. “Apanya yang enak?” jawabku. ” Ya di dunia ini, kita kepanasan…bisa langsung ganti, simpan motor dan ganti mobil, enak kan pah, tapi gimana ya nanti di akhirat bila kita masuk neraka? belum lagi kata bu guru, panasnya api di dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka, sangat panas… nah kita lari kemana?”

Saya tertegun sebentar mendengar omongan anak berusia 8 tahun ini, lalu sambil tetap konsentrasi mengemudi, saya mulai menjawab:” de, nanti kita tidak bisa lari dari neraka…tetapi Allah telah memberi kesempatan kepada kita di dunia ini untuk berlari jauh meninggalkan keburukan menuju kebaikan. Itulah sebabnya, ade harus selalu baca quran, hormat pada orang tua, belajar dengan baik, shalat yang rajin, dan selalu berdoa kepada Allah hingga ade menjadi anak yang shaleh”. Sambil ngobrol, hati saya berkata lain bahwa celoteh anak ini mengingatkan saya akan perlunya muhasabah dan tafakur dalam menjalani kehidupan ini.

Tinggalkan Balasan